Sabtu, 24 Desember 2011

Apa SARAPAN ANDA di PAGI INI ???


¨Prinsip diet :
1.1. Rendah energi, pengurangan     energi dilakukan secara bertahap sebanyak 500 kalori per hari dapat menurunkan berat badan sebanyak ½ - 1 kg per minggu.
2.Cukup protein, yaitu 15-20% dari kebutuhan energi.
3.Lemak sedang, yaitu 10-25 % dari kebutuhan energi.

Jumat, 23 Desember 2011

FAKTA DI SEKITAR KITA

FAKTA DI SEKITAR KITA : 
  • 20 % ANAK - ANAK KELEBIHAN BERAT BADAN
  •    65 % ORANG DEWASA JUGA KELEBIHAN BERAT BADAN
  • 15 % LAINNYA STANDARD IDEAL


Penyebab Kegemukan

Selama ini banyak orang percaya, cara paling efektif untuk mengatasi obesitas dan kegemukan adalah makan lebih sedikit, dan aktif bergerak lebih banyak. Namun, masalah kegemukan ternyata tidak bisa diatasi sesederhana itu.

Dikutip dari Daily Mail, 20 persen orang yang melakukan diet secara teratur, gagal menurunkan berat badannya. Sementara itu, 40 persen pria dan 30 persen wanita yang rutin berolahraga juga tetap memiliki berat badan berlebih.

Apa yang menyebabkan seseorang sulit mengatasi kegemukan, padahal ia sudah diet dan olahraga teratur? Ternyata ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kegemukan, dan itu bukan hanya karena terlalu banyak makan. Apa sajakah faktor tersebut?

1. Metabolisme Tubuh Melambat
Setelah usia 30, metabolisme tubuh melambat hingga hampir 5 persen setiap 10 tahun. Tubuh membakar 100 kalori lebih sedikit per harinya dibandingkan saat masih berusia 25. Pembakaran akan semakin berkurang hingga 200 kalori, menjelang usia 45 tahun.

Untuk mengatasinya, cobalah membuat tubuh lebih aktif secara fisik. Gabungkan latihan angkat beban dalam rutinitas olahraga Anda, minimal dua kali sehari. Latihan ini berfungsi membangun massa otot yang akan meningkatkan metabolisme. Otot, bisa membakar 25 hingga 33 kalori lebih banyak dibandingkan lemak tubuh.

Setiap pon otot, menambah tingkat metabolisme tubuh ketika Anda beristirahat. Lakukan juga press-up, squat dan push-up dalam program fitnes Anda.

2. Pengobatan Medis
Banyak pengobatan yang memiliki efek samping menggemukkan tubuh. Beberapa jenis obat seperti anti-depresan, Pizotifen (obat migrain), obat-obatan untukdiabetes dan bera-blockers (tekanan darah tinggi) kerap dituding jadi salah satu faktor penyebab kegemukan.

Jika yang membuat diet Anda tidak berhasil adalah pengobatan medis, maka yang bisa dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter yang menangani Anda. Tanyakan apakah ada alternatif obat lain yang tidak punya efek samping menggemukkan. Sebelum konsultasi dan mendapatkan penjelasan dari dokter, jangan pernah berhenti mengonsumsi obat karena bisa membahayakan tubuh.

3. Melakukan Olahraga yang Salah
Jika Anda melakukan gerakan olahraga yang sama dalam periode terlalu lama, tubuh akan beradaptasi dengan gerakan tersebut. Akibatnya, latihan tidak lagi memberi hasil maksimal pada tubuh Anda dibandingkan saat awal-awal latihan dulu. Gerakan-gerakan olahraga yang dilakukan di tempat fitnes biasanya hanya bermanfaat dalam jangka pendek.

Misalnya saja, latihan angkat beban berguna membentuk otot lengan dan dada. Jika lengan dan dada telah terbentuk sempurna, maka latihan angkat beban tersebutsebaiknya tidak Anda lakukan lagi.

Untuk mendapat hasil lebih maksimal dari olahraga, adalah dengan memberi 'tantangan baru' bagi tubuh untuk mencoba jenis latihan yang berbeda-beda. Ganti gerakan secara konstan, minimal dua minggu sekali. Perubahan tidak perlu terlalu besar. Misalnya, ganti dumbbell squat dengan barbell squat, atau dumbbell ditukar dengan kettlebell.

"Mengganti jalan cepat dengan jogging, bisa meningkatkan pembakaran kalori hingga 100 persen. Anda tentunya bisa mempersingkat waktu saat berolahraga," jelas Dr Ulf Ekelund, spesialis olahraga dan obesitas di Medical Research Council.

4. Lipoedema
Lipoedema merupakan suatu kondisi dimana tubuh seseorang lebih besar di bagian paha dan kaki (seperti bentuk buah pir). Kondisi ini biasanya disebabkan penumpukan sel lemak di jaringan bawah kulit. Akibatnya, cairan juga berkumpul di dalam sel lemak tersebut.

Biasanya, kulit pengidap Lipoedema sangat empuk ketika dipegang dan mudah memar. Dalam beberapa kasus, terlihat adanya penampakan selulit.

"Kondisi ini timbul karena ada masalah dalam sistem drainase getah bening. Lipoedema biasanya terjadi pada daerah betis, lutut dan paha," jelas Conctantinos Kyriakides, ahli bedah vaskular di Barts and London NHS.

Lipoedema bisa terjadi pada 5-10 persen populasi wanita di dunia dan sampai saat ini, belum ditemukan penyebab terjadinya. Namun faktor keturunan kerap disinyalir kuat sebagai penyebabnya. Hingga kini juga belum ditemukan solusi paling tepat untuk kondisi tersebut. Tapi bisa diminimalisir dengan membungkus tubuh menggunakan bahan khusus untuk mengeluarkan kelebihan cairan pada sistem limfa. Sebagian besar diet center atau slimming center biasanya menyediakan pelayanan serupa.

5. Perubahan Hormon Karena Bertambahnya Usia
Sekitar 90 persen wanita yang mengalami menopause mengaku, berat tubuhnya bertambah secara signifikan begitu memasuki tahun-tahun usia matangnya. Kelebihan berat badan ini, biasanya lebih terlihat di bagian tengah tubuh seperti perut atau pinggang. Kondisi ini, merupakan efek dari ketidakseimbangan hormon seks seperti estrogen, progesteron dan testosteron.

Menurut Dr C. W. Randolph, seorang ginekologis dan apoteker, terlalu banyak estrogen bisa meningkatkan lemak. Pada usia 40-an ke atas, tubuh menjadi agen 'penyimpan lemak' yang baik, tapi kemampuannya mengubah lemak jadi energi berkurang. Sehingga yang terjadi adalah, tubuh menggemuk karena penumpukan lemak berlebih.

"Berat berlebih ini sulit dihilangkan, bahkan dengan olahraga keras atau diet ketat," kata Randolph.

Jika Anda memasuki usia rentan menopause, tidak usah terlalu khawatir. Mulailah jalani diet sehat dan gaya hidup aktif dari sekarang.

6. Polycystic Ovary Syndrome
Sindrom ini biasanya terjadi pada wanita di usia produktif, dimana lemak umumnya muncul di tubuh bagian tengah seperti perut, dada dan punggung. Sindrom ini bisa muncul setelah wanita mengalami pubertas, namun biasanya hilang ketika menopause.

Kebanyakan sindrom ini muncul karena dipicu hormon testosteron yang berlebihan pada tubuh. Orang yang menderita Polycystic Ovary juga kerap mengalami kondisi yang disebut resistensi insulin --membuat berat badan mereka sangat mudah bertambah. Kondisi ini memang sulit disembuhkan, tapi gejalanya bisa dikurangi dengan perawatan medis.

Konsumsilah makanan dengan glikemik indeks rendah untuk membantu mengontrol kadar insulin yang berlebihan, juga bisa menurunkan berat badan.

RAHASIA MENGAPA DIET BISA GAGAL!!!


Bertubuh Gemuk??? poster tubuh tersebut dapat menjadikan bencana bagi para wanita. Hal tesebut dapat membuat wanita melakukan berbagai cara untuk dapat menghilangkan kegemukan dengan cara diet. Pola yang sering dilakukan orang pada umumnya dalam melakukan diet adalah mengurangi asupan makan dan menderita kelaparan. Menahan segala bentuk nafsu makan, atau menganti makanannya dengan sayur-sayuran, buah dan sejenisnya. Pertanyaannya, apakah salah menanti menu makanan dengan sayur, buah dan sejenisnya? Tidak salah, hanya cara membuat tubuh Anda merasa kelaparan adalah hal yang tidak tepat.
Berbagai Penelitian sudah banyak mengungkapkan, jika diet dilakukan dengan cara seperti ini maka yang terjadi adalah tubuh tidak menjad kurus atau langsing, tetapi sebaliknya. Para ahli telah melakukan penelitian dan menjelaskan menggunakan statistic, bahwa para remaja yang melakukan diet dengan pola ini, maka akan menjadi tiga kali lebih gemuk dari kondisinya sekarang pada lima tahun mendatang. Apa yang menyebabkan ini?
Sekali lagi harap diingat, bahwa tubuh kita hanya berkonsentrasi pada 1 hal utama yaitu “menghindari sengsara dan menghindari bencana”. Saya akan menjelaskan suatu analogi sederhana dari maksud bahasa “menghindari sengsara dan menghindari bencana”.
Tubuh kita sudah dirancang untuk menghindari bencana, otomatis. Dan segala tindakan dan perilaku serta aktivitas kita sehari-hari adalah bertujuan menghindari sengsara dan bencana. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, minum untuk memenuhi kebutuhan cairan, menabung untuk safety, belajar supaya naik kelas, dan lainnya.
Tubuh kita menggunakan bahasa yang sama, dan tujuannya sangat baik bagi kita. Hanya saja kita belum memahami ini secara mendalam. Apa kaitannya dengan kegagalan diet? Jelas sekali ada! Seperti yang telah kita baca diatas bahwa umumnya kita mengurangi asupan makan saat melakukan diet, membiarkan dengan sengaja diri kita kelaparan. Apakah ini benar? Saya berpendapat tidak. Apakah ini berhasil? Ya, ada hasilnya bisa langsing dengan “berdarah-darah” bahkan. Efektif  atau langsing selamanya? Tidak. Diet yoyo? Yes, absolutely right!
Why? Saat kita menahan makanan kedalam tubuh yang lapar maka tubuh akan berkata “ hei, makanan sudah mau habis, kita hanya mengolah sedikit makanan. Maka untuk kelangsungan hidup kita semua (termasuk pemilik tubuh), maka kita tidak perlu mengubahnya menjadi kalori. Tetapi timbun semuanya menjadi lemak, agar kita tetap bertahan”. ingat penjelasan saya? Menghindari sengsara? Ya, tubuh pun memiliki dan menjalankan prosedur ini. Apakah ini salah? Tidak, ini justru menguntungkan kita. Dia bekerja secara otomatis melindungi kita dari hal yang tidak nyaman (sengsara).
Inilah rahasia yang sering terlewatkan mengapa diet, seringkali gagal dan jikalau berhasil, mengapa berdampak yoyo? Karena kita tidak mengenal bahasa “pemrograman diet” untuk tubuh kita. Kita seringkali melakukan diet, tanpa minta persetujuan dari tubuh dan juga tidak mengerti alasan mengapa tubuh kita gemuk. Tubuh yang gemuk pun memiliki alasan yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan kita, hanya saja kita tidak tahu bagaimana berkomunikasinya. Inilah konflik yang sering terjadi, kita secara sadar merasa bingung dan tertekan dengan tubuh yang gemuk, tetapi secara bawah sadar kita merasa nyaman. Perang terjadi terus didalam tubuh kita, dan sudah pasti kita tahu siapa yang menang bukan? Ya, karena yang mendominasi 90 % kehidupan kita, pikiran bawah sadar.
Saat kita berhasil berkomunikasi dan membujuk tubuh kita untuk kurus, langsing ataupun atletis maka tubuh justru yang akan melakukannya secara otomatis, dan kita seakan-akan tidak mengupayakan dan berusaha mati-matian agar langsing  terjadi. Yah, itulah yang terjadi pada klien-klien saya, yang binggung dulu 1 bulan 2 kg diupayakan sampai mati-matian dan sekarang 2 minggu bisa 4 kg tanpa upaya, makanan kesukaan juga masih dilahap. Nikmat bukan?
Pernahkah Anda bertemu dengan teman yang kurus atau langsing? Yang makan sebanyak apapun maka tubuhnya ya seperti itu saja? Nah dengan penjelasan yang saya paparkan maka Anda akan mudah mengungkap perbedaan pada orang yang langsing alami dan gemuk alami.
Bertubuh Gemuk??? poster tubuh tersebut dapat menjadikan bencana bagi para wanita. Hal tesebut dapat membuat wanita melakukan berbagai cara untuk dapat menghilangkan kegemukan dengan cara diet. Pola yang sering dilakukan orang pada umumnya dalam melakukan diet adalah mengurangi asupan makan dan menderita kelaparan. Menahan segala bentuk nafsu makan, atau menganti makanannya dengan sayur-sayuran, buah dan sejenisnya. Pertanyaannya, apakah salah menanti menu makanan dengan sayur, buah dan sejenisnya? Tidak salah, hanya cara membuat tubuh Anda merasa kelaparan adalah hal yang tidak tepat.
Berbagai Penelitian sudah banyak mengungkapkan, jika diet dilakukan dengan cara seperti ini maka yang terjadi adalah tubuh tidak menjad kurus atau langsing, tetapi sebaliknya. Para ahli telah melakukan penelitian dan menjelaskan menggunakan statistic, bahwa para remaja yang melakukan diet dengan pola ini, maka akan menjadi tiga kali lebih gemuk dari kondisinya sekarang pada lima tahun mendatang. Apa yang menyebabkan ini?
Sekali lagi harap diingat, bahwa tubuh kita hanya berkonsentrasi pada 1 hal utama yaitu “menghindari sengsara dan menghindari bencana”. Saya akan menjelaskan suatu analogi sederhana dari maksud bahasa “menghindari sengsara dan menghindari bencana”.
Tubuh kita sudah dirancang untuk menghindari bencana, otomatis. Dan segala tindakan dan perilaku serta aktivitas kita sehari-hari adalah bertujuan menghindari sengsara dan bencana. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, minum untuk memenuhi kebutuhan cairan, menabung untuk safety, belajar supaya naik kelas, dan lainnya.
Tubuh kita menggunakan bahasa yang sama, dan tujuannya sangat baik bagi kita. Hanya saja kita belum memahami ini secara mendalam. Apa kaitannya dengan kegagalan diet? Jelas sekali ada! Seperti yang telah kita baca diatas bahwa umumnya kita mengurangi asupan makan saat melakukan diet, membiarkan dengan sengaja diri kita kelaparan. Apakah ini benar? Saya berpendapat tidak. Apakah ini berhasil? Ya, ada hasilnya bisa langsing dengan “berdarah-darah” bahkan. Efektif  atau langsing selamanya? Tidak. Diet yoyo? Yes, absolutely right!
Why? Saat kita menahan makanan kedalam tubuh yang lapar maka tubuh akan berkata “ hei, makanan sudah mau habis, kita hanya mengolah sedikit makanan. Maka untuk kelangsungan hidup kita semua (termasuk pemilik tubuh), maka kita tidak perlu mengubahnya menjadi kalori. Tetapi timbun semuanya menjadi lemak, agar kita tetap bertahan”. ingat penjelasan saya? Menghindari sengsara? Ya, tubuh pun memiliki dan menjalankan prosedur ini. Apakah ini salah? Tidak, ini justru menguntungkan kita. Dia bekerja secara otomatis melindungi kita dari hal yang tidak nyaman (sengsara).
Inilah rahasia yang sering terlewatkan mengapa diet, seringkali gagal dan jikalau berhasil, mengapa berdampak yoyo? Karena kita tidak mengenal bahasa “pemrograman diet” untuk tubuh kita. Kita seringkali melakukan diet, tanpa minta persetujuan dari tubuh dan juga tidak mengerti alasan mengapa tubuh kita gemuk. Tubuh yang gemuk pun memiliki alasan yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan kita, hanya saja kita tidak tahu bagaimana berkomunikasinya. Inilah konflik yang sering terjadi, kita secara sadar merasa bingung dan tertekan dengan tubuh yang gemuk, tetapi secara bawah sadar kita merasa nyaman. Perang terjadi terus didalam tubuh kita, dan sudah pasti kita tahu siapa yang menang bukan? Ya, karena yang mendominasi 90 % kehidupan kita, pikiran bawah sadar.
Saat kita berhasil berkomunikasi dan membujuk tubuh kita untuk kurus, langsing ataupun atletis maka tubuh justru yang akan melakukannya secara otomatis, dan kita seakan-akan tidak mengupayakan dan berusaha mati-matian agar langsing  terjadi. Yah, itulah yang terjadi pada klien-klien saya, yang binggung dulu 1 bulan 2 kg diupayakan sampai mati-matian dan sekarang 2 minggu bisa 4 kg tanpa upaya, makanan kesukaan juga masih dilahap. Nikmat bukan?
Pernahkah Anda bertemu dengan teman yang kurus atau langsing? Yang makan sebanyak apapun maka tubuhnya ya seperti itu saja? Nah dengan penjelasan yang saya paparkan maka Anda akan mudah mengungkap perbedaan pada orang yang langsing alami dan gemuk alami.

Penyebab Tubuh Gampang Lelah & Capek

Tubuh merasa lelah diselingi dengan menguap kerap terjadi ketika Anda beraktivitas. Bisa jadi, rasa kantuk yang terjadi karena Anda tidak cukup tidur, kurang energi, atau bahkan mengidap penyakit, seperti anemia. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Berikut ini adalah 14 penyebab rasa lelah dan kiat-kiat dalam mengatasinya:


1. Tidak Cukup Tidur
Umumnya orang dewasa membutuhkan tujuh hingga delapan jam sehari untuk tidur. Apabila Anda mengantuk berat saat beraktivitas, bisa jadi karena kualitas dan kuantitas tidur Anda menurun. Hati-hati, karena kurang tidur bisa berakibat buruk pada kesehatan dan konsentrasi Anda.

Cara mengatasinya: buatlah prioritas waktu tidur dan jadwal teratur untuk tidur. Jauhkan laptop, ponsel, atau PDA ketika Anda tidur karena hal itu akan membantu mengurangi gangguan saat tidur.

2. "Sleep Apnea"
Beberapa orang berpikir bahwa mereka sudah cukup tidur. Namun, tak pernah berpikir kalau mereka mengalami sleep apnea. Sleep apnea adalah gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitas napas dan terjadi berulang-ulang. Mungkin Anda tidak menyadarinya, tetapi setiap kali muncul gangguan ini kualitas tidur akan menurun. Hal ini menyebabkan Anda tetap merasa kurang tidur meski sudah menghabiskan waktu delapan jam untuk istirahat.

Sleep apnea juga berkaitan dengan berbagai penyakit, seperti hipertensi, gangguan jantung, diabetes, dan stroke. Sleep apnea terjadi akibat penyempitan saluran napas selama tidur. Akibatnya, pasokan oksigen akan berulang kali terhenti sepanjang malam.

Cara mengatasinya: kurangi berat badan bila anda kegemukkan, berhenti merokok, dan cobalah tidur menggunakan alat bantu yang disebut CPAP yang menjaga Anda tetap bernapas sepanjang malam.

3. Kekurangan Energi
Makan yang terlalu sedikit menyebabkan tubuh kelelahan, tetapi menyantap makanan yang salah juga dapat menjadi masalah. Diet seimbang membantu menjaga kadar gula darah Anda dalam rentang normal dan mencegah rasa lelah ketika gula darah Anda menurun.

Cara mengatasinya: selalu sarapan setiap pagi dan mencoba menambahkan protein dan karbohidrat kompleks di setiap makanan. Misalnya, makan telur dengan roti gandum. Anda juga dapat mengonsumsi makanan selingan untuk menjaga energi sepanjang hari.

4. Anemia
Anemia merupakan penyebab utama kelelahan pada wanita. Mengeluarkan darah selama menstruasi dapat menyebabkan kekurangan zat besi. Sel-sel darah merah sangat diperlukan tubuh karena mereka membawa oksigen ke jaringan dan organ.

Cara mengatasinya: anemia biasa disebabkan kurangnya zat besi. Ada baiknya Anda mengakali dengan minum suplemen zat besi dan makan makanan yang kaya zat besi, seperti daging, hati, kerang, kacang-kacangan, dan sereal yang diperkaya zat besi.

5. Depresi
Anda mungkin berpikir depresi hanyalah gangguan emosi. Namun, ternyata hal ini juga berhubungan dengan gejala fisik. Salah satu gejala fisik yang paling umum adalah kelelahan, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan. Jika Anda tetap merasa lelah dan murung selama lebih dari dua minggu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Cara mengatasinya: depresi dapat diatasi melalui psikoterapi dan pengobatan secara medis.

6. Hypothyroidism
Tiroid adalah kelenjar kecil di pangkal leher Anda. Organ ini berfungsi mengendalikan metabolisme tubuh dan mengatur kecepatan tubuh mengubah makanan menjadi energi. Ketika kelenjar ini tidak berfungsi dengan baik dan fungsi-fungsi metabolisme dalam tubuh berjalan lambat, Anda mungkin merasa lemas dan bertambah gemuk.

Cara mengatasinya: apabila tes darah menunjukkan hormon tiroid Anda sedang rendah, dokter akan meresepkan hormon sintetis untuk mengembalikan kinerja tubuh Anda.

7. Kebanyakan Menenggak kafein
Mengonsumsi kafein dalam dosis wajar dapat meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Namun, terlalu banyak kafein dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan kejang. Berdasarkan penelitian, mengonsumsi kafein terlalu banyak juga dapat menyebabkan kelelahan pada beberapa orang.

Cara mengatasinya: secara bertahap kurangi konsumsi kopi, teh, cokelat, minuman ringan, dan setiap obat yang mengandung kafein. Menghentikan secara tiba-tiba dapat menyebabkan penarikan kafein dan kelelahan berlebihan.

8. Infeksi Saluran Kemih
Jika pernah mengalami infeksi saluran kemih (ISK), Anda mungkin mengalami rasa sakit seperti terbakar. Namun, infeksi ini tak selalu ditunjukkan dengan gejala tersebut. Dalam beberapa kasus, kelelahan mungkin satu-satunya tanda Anda terkena ISK. Anda dapat melakukan tes urine untuk memastikan ISK.

Cara mengatasinya: periksa ke dokter. Obat-obat jenis antibiotik dapat diresepkan untuk mengatasi ISK dan kelelahan biasanya akan hilang setelah sekitar seminggu.

9. Diabetes
Penderita diabetes umumnya memiliki kadar gula darah tinggi, tetapi gula darah ini tetap berada dalam aliran darah dan tidak masuk ke dalam sel-sel sehingga tidak dapat diubah menjadi energi.

Alhasil, tubuh bisa kehabisan energi meskipun Anda cuk up makan. Jika Anda sering mengalami kelelahan tanpa sebab, minta dokter Anda untuk melakukan tes diabetes.

Cara mengatasinya: pengobatan diabetes dengan cara mengubah gaya hidup, seperti diet dan olahraga, terapi insulin dan obat-obatan dapat membantu tubuh dalam memproses gula.

10. Dehidrasi
Kelelahan bisa jadi tanda Anda terkena dehidrasi. Meskipun Anda bekerja di luar atau berkutat di atas meja, tubuh tetap membutuhkan air untuk bekerja dengan baik dan tetap tenang. Tanda-tanda orang dehidrasi ialah Anda mengalami kehausan.

Cara mengatasinya: minumlah air sepanjang hari sehingga urine Anda bewarna terang. Minimal dua gelas air setiap satu jam atau mengonsumsi air lebih banyak sebelum melakukan aktivitas fisik yang sudah direncanakan. Kemudian, lanjutkan latihan Anda lalu minumlah dua gelas lagi.

11. Penyakit Jantung
Ketika Anda merasa kelelahan akibat kegiatan rutin, seperti membersihkan rumah atau menyiangi halaman, bisa jadi itu pertanda jantung tidak bekerja dengan baik. Jika ternyata kegiatan sehari-hari yang mudah pun semakin sulit untuk dilakukan, segeralah berkonsultasi kepada dokter.

Cara mengatasinya: mengubah gaya hidup, menjalani pengobatan, dan ikutilah prosedur dari terapi yang Anda jalankan untuk membuat jantung Anda pada kondisi lebih baik sekaligus mengembalikan energi Anda.

12. Kerja "Shift"
Bekerja malam atau melakukan kerja shift dapat mengganggu jam tidur Anda. Anda mungkin merasa lelah ketika harus terjaga. Dan, Anda mungkin mengalami kesulitan tidur di siang hari.

Cara mengatasinya: batasi aktivitas pada siang hari ketika Anda perlu istirahat. Ciptakanlah suasana kamar tidur menjadi gelap, tenang, dan sejuk.

13. Alergi Makanan
Beberapa dokter percaya ketidaksadaran akan alergi pada jenis makanan tertentu dapat membuat Anda mengantuk. Jika intensitas kelelahan meningkat setelah makan, mungkin anda harus memerhatikan jenis makanan yang mungkin tak menyebabkan Anda gatal-gatal, tetapi cukup membuat Anda mengantuk.

Cara mengatasinya: cobalah untuk berhenti menyantap salah satu jenis makanan untuk melihat apakah itu berkorelasi meningkatkan kelelahan pada diri Anda. Anda juga dapat meminta dokter untuk melakukan tes alergi makanan.

14. Fibromyalgia dan CFS
Jika kelelahan Anda berlangsung lebih dari enam bulan dan sangat parah sehingga Anda tidak dapat mengatur kegiatan sehari-hari, sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome/CFS) atau fibromyalgia adalah suatu kemungkinan. Keduanya dapat memiliki berbagai gejala, salah satu yang utama adalah kelelahan.

Cara mengatasinya: meski tidak ada penyembuhan cepat untuk CFS atau fibromyalgia, penderita justru mendapat keuntungan dari perubahan jadwal harian, yaitu belajar memperbaiki kebiasaan tidur menjadi lebih baik dan memulai program latihan yang ringan.

Kiat Mengurangi Kelelahan
Jika Anda merasa lelah, tetapi tidak ada h ubungannya dengan kondisi medis, mungkin salah satu solusinya adalah olahraga. Penelitian menunjukkan, orang dewasa sehat tetapi kerap merasa lelah bisa memperoleh tambahan energi signifikan dari program latihan sederhana.

Dalam sebuah penelitian, peserta mengendarai sepeda statis selama 20 menit dengan kecepatan ringan. Melakukan jenis latihan ini selama tiga kali seminggu sudah cukup untuk mengobati kelelahan.